Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Riau Periode 5-11 Maret 2025
Pemerintah Provinsi Riau kembali menetapkan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun kemitraan plasma untuk periode 5-11 Maret 2025.
Keputusan ini tertuang dalam Berita Acara Nomor 8/TPΗ TBS - 111/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Harian Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, AP., M.Si.
Penetapan harga ini merupakan hasil rapat tim yang digelar pada tanggal 4 Maret 2025, dengan melibatkan 23 perusahaan mitra sebagai sumber data periode 24 Februari - 2 Maret 2025.
Data yang disampaikan oleh perusahaan-perusahaan mitra dinilai layak untuk diolah oleh tim pengolah data.
Berdasarkan hasil pengolahan data, harga rata-rata CPO (Crude Palm Oil) tertimbang periode penjualan ditetapkan sebesar Rp 15.211,84, harga rata-rata Kernel tertimbang periode penjualan sebesar Rp 11.456,74, indeks "K" sebesar 92,89%, dan nilai cangkang sebesar Rp 18,70/Kg.
Dengan menggunakan rumus perhitungan yang telah ditetapkan, tim menetapkan harga TBS kelapa sawit untuk berbagai kelompok umur tanaman.
Harga tertinggi ditetapkan untuk tanaman berumur 8 tahun, yaitu sebesar Rp 3.710,43/Kg, sedangkan harga terendah ditetapkan untuk tanaman berumur 25 tahun, yaitu sebesar Rp 3.373,82/Kg.
Keputusan ini akan menjadi acuan bagi setiap transaksi jual beli TBS kelapa sawit hasil pekebun plasma yang bermitra di Provinsi Riau.
Harga TBS yang ditetapkan sudah termasuk tambahan nilai cangkang sesuai dengan Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020.
Penetapan harga TBS kelapa sawit ini diharapkan dapat memberikan kepastian harga bagi petani dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Pemerintah Provinsi Riau secara rutin menetapkan harga TBS kelapa sawit setiap periode untuk melindungi petani dari fluktuasi harga yang merugikan.
Transparansi dan Keadilan dalam Penetapan Harga
Proses penetapan harga TBS kelapa sawit di Provinsi Riau dilakukan secara transparan dan adil. Tim penetapan harga melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan petani, perusahaan mitra, dan pemerintah daerah.
Data yang digunakan dalam penetapan harga juga berasal dari sumber yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan adanya transparansi dan keadilan dalam penetapan harga, diharapkan petani kelapa sawit di Riau dapat memperoleh harga yang wajar dan menguntungkan.
Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan petani dan keluarganya.
Dampak Penetapan Harga terhadap Perekonomian Daerah
Sektor kelapa sawit merupakan salah satu sektor andalan perekonomian Provinsi Riau. Dengan adanya penetapan harga TBS yang stabil dan menguntungkan, diharapkan sektor ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian daerah.
Penetapan harga TBS yang baik juga akan berdampak pada peningkatan investasi di sektor kelapa sawit. Investor akan lebih tertarik untuk berinvestasi jika harga TBS stabil dan menguntungkan.
Peningkatan investasi ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Peran Pemerintah dalam Pengembangan Sektor Kelapa Sawit
Pemerintah Provinsi Riau memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan sektor kelapa sawit. Selain menetapkan harga TBS, pemerintah juga melakukan berbagai upaya lain untuk mendukung pengembangan sektor ini, seperti memberikan bantuan bibit unggul, pelatihan teknis, dan akses permodalan bagi petani.
Pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit melalui pengembangan industri hilir. Dengan adanya industri hilir, produk kelapa sawit tidak hanya dijual dalam bentuk CPO dan kernel, tetapi juga dalam bentuk produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Sektor kelapa sawit di Riau masih menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga CPO dunia, isu lingkungan, dan persaingan dengan negara produsen kelapa sawit lainnya.
Namun, dengan adanya dukungan dari pemerintah, petani, dan perusahaan mitra, diharapkan sektor ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan daerah.
Diharapkan ke depan, sektor kelapa sawit di Riau dapat menjadi contoh bagi pengembangan sektor kelapa sawit di daerah lain di Indonesia. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, sektor ini dapat menjadi salah satu pilar perekonomian nasional yang kuat dan berdaya saing.
Posting Komentar untuk "Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Riau Periode 5-11 Maret 2025"